Karhutla Belum Reda, Pemkab Barito Utara Perkuat Respons dan Koordinasi Lintas Sektor
0 menit baca
MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Evaluasi dan Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla, Rabu (30/9/2026).
Rapat lintas sektor tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap perkembangan situasi karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi kebakaran yang masih mengancam.
Dalam hasil evaluasi, status tanggap darurat karhutla di Kabupaten Barito Utara diperpanjang mulai 2 hingga 15 Oktober 2026. Perpanjangan tersebut dilakukan karena potensi kebakaran masih berlangsung dan kondisi di lapangan masih memenuhi parameter yang telah ditetapkan.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menegaskan pentingnya kecepatan dalam merespons setiap laporan terkait karhutla. Menurutnya, laporan mengenai munculnya api, asap maupun indikasi kebakaran harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh petugas terkait.
“Setiap laporan harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti. Jangan sampai informasi mengenai api atau asap terlambat ditangani sehingga berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi kondisi karhutla, mengingat penanganan bencana tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, dunia usaha maupun masyarakat.
Melalui koordinasi yang terus diperkuat, Pemkab Barito Utara berharap respons terhadap setiap kejadian karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terukur.
Perpanjangan status tanggap darurat ini sekaligus menjadi langkah untuk memastikan seluruh unsur terkait tetap siaga dalam menghadapi potensi kebakaran selama kondisi rawan masih berlangsung.
Pemkab Barito Utara mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di wilayah sekitarnya.
Sinergi dan respons cepat seluruh pihak diharapkan dapat membantu menekan risiko meluasnya karhutla sekaligus melindungi hutan, lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Barito Utara.
https://www.seputarbarito.com/2026/09/karhutla-belum-reda-pemkab-barito-utara.html