Bupati Barito Utara Panggil Manajer PLN ULP Muara Teweh, Pertanyakan Pemadaman Listrik Bergilir
0 menit baca
MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, memanggil Manajer PLN ULP Muara Teweh, Pandu Andoka, ke kantornya untuk meminta penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang beberapa hari terakhir terjadi di wilayah Muara Teweh dan sekitarnya, Senin (26/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pandu Andoka menjelaskan bahwa pemadaman bergilir disebabkan berkurangnya pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan.
Kondisi tersebut dipicu oleh kebocoran pada salah satu fasilitas di PLTU Asam-Asam serta gangguan pada dua unit pembangkit, sehingga mengakibatkan keterbatasan pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Menanggapi penjelasan tersebut, Bupati H. Shalahuddin menilai pola distribusi pemadaman perlu dievaluasi agar lebih berkeadilan. Menurutnya, wilayah Muara Teweh yang tidak mengalami gangguan pada sumber pasokan setempat seharusnya tidak menerima dampak pemadaman dengan porsi yang sama seperti daerah yang menjadi lokasi gangguan pembangkit.
"Di tempat kita normal, seharusnya pemadamannya bisa dikurangi. Jangan sampai daerah yang tidak mengalami gangguan justru menerima beban pemadaman yang sama. Harus ada rasa keadilan," tegas Bupati.
Ia juga meminta PLN ULP Muara Teweh menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak PLN pada tingkat sistem interkoneksi agar jadwal pemadaman dapat disesuaikan berdasarkan kondisi gangguan yang terjadi.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara selama ini selalu mendukung keberadaan dan pelayanan PLN. Namun, menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini setiap persoalan pelayanan publik akan menjadi perhatian masyarakat sehingga diperlukan komunikasi yang jelas.
"Kami mengundang pihak PLN untuk mengetahui secara langsung penyebab pemadaman dan sampai kapan kondisi ini akan berlangsung, sehingga masyarakat juga mendapatkan kepastian," ujarnya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Muara Teweh, Pandu Andoka, menjelaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan instruksi pemadaman yang ditetapkan oleh sistem interkoneksi. Jadwal pemadaman sepenuhnya ditentukan oleh pengatur sistem kelistrikan, kemudian diteruskan kepada unit pelayanan di daerah.
Saat ditanya mengenai kapan pemadaman bergilir akan berakhir, Pandu mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi mengenai waktu normalisasi sistem.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat selama masa pemadaman, PLN ULP Muara Teweh telah menyalurkan lampu darurat (emergency lamp) ke sejumlah rumah ibadah di wilayah Barito Utara untuk membantu aktivitas masyarakat saat listrik padam.
https://www.seputarbarito.com/2026/07/bupati-barito-utara-panggil-manajer-pln.html