Hari Ketiga Kaji Tiru, Pemkab Barito Utara Pelajari Inovasi Tata Kelola Pemerintahan di Bantul
0 menit baca
BANTUL – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melanjutkan rangkaian kegiatan kaji tiru dengan mengunjungi Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (6/8/2026). Rombongan dipimpin Wakil Bupati Barito Utara, Felix Soenadi Y. Tingan, dan disambut langsung oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bantul.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan membacakan sambutan tertulis Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat serta keterbukaan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam menerima rombongan kaji tiru.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata semangat kolaborasi antardaerah untuk saling berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan kaji tiru ini adalah kami ingin memperoleh wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta pembelajaran secara langsung mengenai berbagai kebijakan, strategi, inovasi, dan langkah-langkah implementasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul," ujar Felix membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan, hasil kaji tiru tidak akan diterapkan secara utuh, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta kemampuan riil Kabupaten Barito Utara. Pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi inspirasi dalam merumuskan kebijakan, menyempurnakan tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta melahirkan berbagai inovasi baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, memaparkan gambaran umum wilayah Kabupaten Bantul beserta sejumlah program strategis yang telah dijalankan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan Kabupaten Bantul memiliki luas wilayah sekitar 506 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa. Wilayah tersebut terdiri atas 17 kapanewon (kecamatan), 75 kalurahan (kelurahan), dan 933 pedukuhan, dengan mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani serta berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di bagian selatan.
Dalam paparannya, Abdul Halim Muslih juga menjelaskan salah satu program unggulan Pemkab Bantul dalam upaya menekan angka perceraian melalui edukasi pranikah bekerja sama dengan Kementerian Agama.
"Berdasarkan evaluasi, perceraian di tengah masyarakat kerap dipicu oleh masalah ekonomi, keuangan, serta kurangnya pemahaman orang tua/keluarga terhadap esensi pernikahan. Melalui program pembekalan selama kurang lebih 3 bulan yang sebelumnya telah menjangkau 74 pasangan calon pengantin ini, pemerintah berupaya membangun kesiapan mental, finansial, dan keharmonisan keluarga sejak dini," jelasnya.
Selain itu, Bupati Bantul juga memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah melalui strategi yang komprehensif, baik di tingkat regional maupun sektoral.
Melalui kegiatan kaji tiru tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan Pemerintah Kabupaten Bantul berharap hubungan kerja sama dan silaturahmi antardaerah semakin erat, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah. (Um/red)
https://www.seputarbarito.com/2026/08/hari-ketiga-kaji-tiru-pemkab-barito.html